10 Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Amerika


0
10 Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Amerika
10 Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Amerika

Kreativitas adalah hal krusial yang menjadi komoditas di jagat perfilman. Berlomba-lomba untuk menyajikan tontonan yang berbeda, para pelaku industri perfilman menciptakan tontonan yang sebelumnya enggak pernah muncul di layar lebar.

Akibat kreativitas yang kelewat batas, enggak jarang ide para sutradara yang diperankan oleh para bintang menjadi hal yang kontroversial. Dianggap bisa berpengaruh buruk terhadap generasi muda karena mengangkat isu sensitif atau tampilan yang kelewat brutal, ada beberapa film yang bahkan dilarang tayang di Amerika Serikat.

Apa saja film tersebut? Langsung aja lo simak ulasannya di bawah.

1. The Last Temptation of Christ (1988)

Walaupun film besutan Martin Scorsese yang menceritakan kehidupan Yesus ini mendapatkan ulasan bersinar, The Last Temptation of Christ diprotes keras oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Film ini menggambarkan sosok Yesus yang memiliki nafsu serta menampakkan emosi ketakutan, putus asa dan keraguan. Ini dianggap sebagai penghinaan terhadap penggambaran kehidupan Yesus menurut kitab suci umat Kristiani.

Protes keras menyasar Universal Studios, sementara Edward Theaters, United Artists dan General Cinemas menolak untuk menayangkan film The Last Temptation of Christ. Beberapa kota besar seperti New Orleans dan Savannah, Georgia melakukan pelarangan untuk film ini selama beberapa minggu, menurut keterangan dari PBS

2. Birth Control (1917)

Pelopor edukasi seks sekaligus aktivis bernama Margaret Sanger menulis, menyutradarai dan membintangi film yang bercerita tentang perjuangannya dalam memperluas penggunaan kontrol kehamilan bagi perempuan. Seperti yang disebut oleh Sanger, film ini hanya dipertontonkan dalam satu kesempatan bagi 200 orang pada pemutaran tertutup. Enggak lama, komisaris lisensi New York, George Bell melarang peredaran film ini.

Dianggap berisi pesan minimrmoral, enggak senonoh dan mengganggu, Birth Control enggak sempat beredar dan ditonton oleh khalayak ramai. Walaupun keputusan ini diakhiri pada 1952, film ini enggak pernah tampak lagi.

3. Scarface (1932)

Mungkin lo lebih mengenal film The Godfather (1972) kalau membahas film bertemakan mafia, padahal Scarface (1932) udah hadir jauh lebih dulu dari film yang dibintangi oleh Al Pacino tersebut. Dibuat berdasarkan kehidupan Al Capone, Scarface (1932) meraih atensi berkat aksi brutal dan penggambaran kehidupan para mafia asal Italia.

Imbasnya, komunitas berisikan orang keturunan Italia-Amerika merasa film ini memberikan preseden buruk bagi budaya mereka. Berkat dukungan dari majelis sensor, Scarface dilarang tayang di beberapa kota di Amerika Serikat.

4. The Vanishing Prairie (1954)

Disney menciptakan beberapa seri pendek live action dokumenter di sepanjang tahun 1940-an. Salah satunya adalah The Vanishing Prairie yang menggambarkan keindahan alam di barat Amerika. Film pendek ini berhasil meraih pujian disaat penayangannya, namun kejayaan enggak berlangsung lama. New York memberlakukan larangan penayangan karena salah satu adegan yang dianggap mengganggu.

Dalam satu momen, The Vanishing Prairie menampakkan kerbau yang sedang melahirkan. Larangan tersebut mungkin sedikit lucu, namun ini menjadi kenyataan. bahkan New York Times memberikan pandangannya terhadap keputusan unik ini.

“Dengan pemberlakuan larangan dari lembaga sensor New York terhadap momen kelahiran kerbau yang sebenarnya tidak memiliki implikasi terhadap rusaknya moral dan naiknya tingkat kriminal, The Vanishing Prairie menjadi bukti bahwa dalam beberapa waktu kebebasan dalam berkarya bukanlah tanpa hambatan”

5. Ecstasy (1933)

Salah satu pelarangan paling terkenal dalam sejarah perfilman adalah pada Ecstasy. Film asal Ceko-Austria ini dibintangi oleh Hedy Lamarr, yang dikisahkan sebagai wanita muda yang enggak puas dengan pernikahannya. Dalam salah satu adegan, Lamarr berendam di sebuah danau tanpa sehelai benang menempel di tubuhnya. Enggak lama, sang protagonis berlari dalam keadaan telanjang. Setelah disaksikan oleh seorang pria muda, dia menjadi terobsesi dan mereka berdua bertemu dalam sebuah hubungan terlarang.


Dinilai penuh adegan telanjang dan aksi seksial pada masa itu, Ecstasy dilarang tayang sampai tahun 1940.

6. I Am Curious (Yellow) – (1967)

Disutradarai oleh sosok beken asal Swedia bernama Vilgot Sjöman, I Am Curious (Yellow) menceritakan kisah seorang wanita muda yang mengeksplor seksualitasnya dan membahas isu sosial saat menjelajahi Stockholm, Swedia. Dalam satu adegan, sang protagonis terlihat mencium batang penis pasangannya.

Seperti yang disebut Turner Classic Movie, pihak bea cukai Amerika Serikat menilai film ini tidak pantas. Selain penuh dengan adegan telanjang dan narasi yang enggak umum, film ini juga meraih atensi karena melakukan wawancara dengan Dr. Martin Luther King Jr, yang kebetulan sedang mengunjungi Swedia saat masa produksi berlangsung.

7. Häxan (1922)

Film kolaborasi sineas Swedia-Denmark ini berisi adegan dramatisasi terhadap budaya ilmu gaib di Benua Eropa. Häxan menceritakan asal mula budaya Pagan Kuno sampai penggabungan dengan era modern. Film ini berisikan ritual terlarang dan juga proses pemujaan terhadap iblis yang dilakukan oleh pemujanya.

Film besutan Benjamin Christensen ini sebenarnya berisikan edukasi terhadap penonton tentang evolusi ilmu sihir dan guna-guna di sepanjang masa. Namun, karena banyak adegan kontroversial, seperti seorang wanita yang melahirkan makhluk menyerupai iblis, adegan telanjang dan tindakan asusila, film ini dilarang beredar di luar negara asalnya, yaitu Swedia.

8. Convention City (1933)

Convention City menceritakan seorang sales saat berusaha untuk merayu putri bosnya yang masih di bawah umur. Menganut tema komedi seksual, film keluaran 1933 ini dipenuhi oleh adegan enggak senonoh, dialog rasis, dan komedi slapstick. Karena dianggap kontroversial, film yang disutradarai oleh Acrhie Mayo ini dilarang beredar di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Semua salinan film ini diperintahkan untuk dihancurkan oleh Presiden Warner Bros. kala itu, Jack L. Warner. Kini, film yang dibintangi oleh Joan Blondell dan Adolphe Menjou ini udah hilang dari peredaran.

9. Hillary: The Movie (2008)

Pada 2008, Hillary Clinton yang kala itu menjabat sebagai senator dari Partai Demokrat sedang mengajukan diri sebagai kandidat presiden Amerika Serikat. Di saat bersamaan, film dokumenter berjudul Hillary: The Movie dijadwalkan untuk rilis. Menjelang debut perdana, undang-undang reformasi kampanye Bipartisan melarang materi kampanye terhadap sosok di bidang politik.

Pihak Partai Republik menilai film ini sebagai bentuk propaganda. Pada akhirnya, terjadi diskusi panjang mengenai film dokumenter ini.

10. Titicut Follies (1967)

Banyak film yang dilarang beredar dan terkena larangan karena dianggap penggambaran dari topik kontrovesial. Namun, pada 1967, pengadilan Massachusetts memerintahkan pelarangan terhadap film dokumenter berjudul Titicut Follies karena menceritakan kejadian yang dialami oleh kriminal sakit jiwa di Rumah Sakit Daerah Bridgewater.

Frederick Wiseman dan John Marshall yang menjadi kreator film ini mengikuti keseharian para tahanan di institusi ini, mendokumentasikan siksaan serta abaian perawatan dari para penjaga. Melihat hal ini, banyak pihak yang mencibir karena enggak ada pernyataan tertulis dari para tahanan. Mereka merasa penyebaran film ini bisa melukai harga diri dan privasi. Selama 24 tahun berselang, larangan terhadap peredaran Titicut Follies akhirnya dihapus.

***

Itu tadi 10 judul film yang dilarang peredarannya di Amerika Serikat. Berisikan adegan kontroversial, tayangan-tayangan di atas dianggap akan merusak nilai dan bisa menyebabkan keresahan. Apakah lo udah sempat menonton beberapa judul film di atas? (Artikel Asli)


What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
0
Marah
Gasuka Gasuka
0
Gasuka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Keren Keren
0
Keren
Nokomen Nokomen
0
Nokomen

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.