Pemukulan Wanita sedang Shalat di Samarinda Rupanya karena Uang Rp 15 Ribu


1
26 shares, 1 point
Pemukulan Wanita sedang Shalat di Samarinda Rupanya karena Uang Rp 15 Ribu
Pemukulan wanita sedang salat di Samarinda (Kompas.com / Bubuhan Samarinda; TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI P)

Pelaku pemukulan seorang wanita yang tengah salat di Samarinda, tertangkap, Rabu (2/1/2019).

Pelaku bernama Muhammad Juhairi (45), warga Sanga-sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dikatakan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, pelaku ditangkap di rumahnya sendiri, saat baru memasuki rumah di Sanga-sanga.

“Saat masuk ke rumah, kami langsung tangkap pelaku dan bawa ke Polres,” katanya.

Kompas.com / Bubuhan Samarinda
Kompas.com / Bubuhan Samarinda

Menurut dia, aksi pemukulan yang dilakukan Juhairi adalah murni tindak pidana.

Pelaku hanya ingin mengambil tas milik korban yang bernama Merrisa Ayu Ningrum (20).

Untuk melumpuhkan korban, pelaku menggunakan sebilah kayu agar korban tidak sadarkan diri.

“Murni kejahatan dan tidak ada kaitannya dengan agama tertentu atau SARA,” sebutnya.

Sementara itu, Juhairi mengaku ingin mengambil uang milik korban karena lapar.

Dia hanya membutuhkan uang sebesar Rp15 ribu untuk membeli nasi bungkus.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTOHARDI PRASETYO
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTOHARDI PRASETYO

“Lapar. Untuk beli makan saja,” sebutnya.

Kini pelaku sudah mendekam di Penjara Polresta Samarinda.

Sebelumnya, seorang perempuan bernama Merrisa Ayu yang sedang menjalankan salat di Masjid Al Istiqomah, Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, tiba-tiba dipukul dengan orang tak dikenal dengan sebilah kayu, Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 14.40 WITA.

Aksi kejahatan itu kemudian viral di media sosial lantaran terekam CCTV masjid.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Wanita yang Sedang Shalat di Samarinda”. (Artikel Asli)


What's Your Reaction?

Suka Suka
0
Suka
Keren Keren
0
Keren
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
1
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
1
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *