Terjerat Utang, Semua Pesawat Sriwijaya Air Pasang Logo Garuda Indonesia


0
20 shares
Terjerat Utang, Semua Pesawat Sriwijaya Air Pasang Logo Garuda Indonesia
GARUDA INDONESIA - Logo Garuda Indonesia kini disematkan pada setiap badan pesawat Sriwijaya Air di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (16/12/2018). Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia secara resmi telah mengambil alih operasional Sriwijaya Air usai menandatangani kerja sama operasional (KSO) pada Jumat (9/11/2018) lalu.

DENPASAR – Operasional perusuhaan maskapai penerbangan Sriwijaya Air telah diambil alih Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia. Kerja sama operasional (KSO) Garuda dan Sriwijaya Air ini ditindaklanjuti dengan pemasangan logo Garuda Indonesia pada livery armada Sriwijaya Air.

Tulisan “Member of Garuda Indonesia” akan terpampang pada badan pesawat Sriwijaya Air. Hal ini dibenarkan oleh VP Corcomm Garuda Indonesia Ikhsan Rosan.

“Benar akan dipasang. Kan ada logo Member of Garuda Indonesia seperti yang dipasang di Citilink. Ini sebagi wujud sinergi operasi bersama kami,” kata Ikhsan saat dikonfirmasi Tribunnews.com, saat berada di Denpasar, Bali, Minggu (16/12/2018).

Semuat pesawat milik maskapai Sriwijaya Air akan dipasangi logo Garuda Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti Kerja Sama Operasional Garuda dan Sriwijaya Air. “Rencananya iya, logonya member of Garuda Indonesia (akan dipasangi) di bawah logo Sriwijaya Air,” ujarIkhsan Rosan.

Ikhsan menambahkan, selain logo, nantinya akan ada ornamen Garuda Indonesia di seragam awak kabin Sriwijaya Air. “Rencana semua (pesawat) tapi baru dimulai Minggu malam. Seragam juga akan mirip seperti punya Garuda. Nanti malam Sriwijaya Air akan rilis hal tersebut,” kata Ikhsan.

Head of Corporate Commmunicatios Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari Haloho menambahkan, pemasangan logo tersebut dilakukan, Minggu malam. “Seremoninya baru akan dilaksanakan Minggu malam,” kata Adi.

Diberitakan sebelumnya, Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaannya, PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

KSO tersebut telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018. CEO Sriwijaya Air Chandra Lie menyatakan bersyukur bahwa Sriwijaya Air bisa menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia. “Kami bisa bekerja sama KSO ini dengan Garuda Indonesia Group, maskapai terbaik dan terbesar di Indonesia untuk maju, modern, dan berkelanjutan bersama,” kata Chandra Lie.

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, mengambil alih operasional Sriwijaya Air dan Nam Air melalui penandatanganan kerja sama operasional pada Jumat (9/11/2018) lalu. Keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut.

“Kerjasama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen – komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Persero, Ari Askhara di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Sriwijaya Air pun sudah merombak jajaran direksi dan komesaris, di mana Direktur Utama Sriwijaya adalah Joseph Adriaan Saul, yang sebelumnya GM Garuda Indonesia di Denpasar. Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra akan merangkap sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Air.

Utang Rp 355 Miliar

Garuda Indonesia melalui anak usahanya, Citilink, mengambil alih operasional Sriwijaya Air melalui kerja sama operasi. Seiring dengan itu, keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk keuangannya akan berada di bawah pengelolaan KSO tersebut.

Kerja sama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengungkapkan, KSO ini ditujukan membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuanganya.

“Termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Ari.

Lantas, berapa besar utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group? Mengutip laporan keuangan Garuda Indonesia September 2018, Sriwijaya Air memang memiliki utang kepada Garuda Indonesia Group.

Pada periode tersebut, maskapai penerbangan swasta itu memiliki utang jangka panjang sebesar 9,33 juta dolar AS atau sekitar Rp 135 miliar (kurs Rp 14.600). Utang tersebut untuk pengerjaan overhaul 10 engine CFM56-3. Pembayarannya akan dilunasi melalui angsuran selama 36 bulan.

“Sementara itu, jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar 4.320.000 dollar AS,” bunyi laporan tersebut.

Selain utang tersebut, Sriwijaya Air sebelumnya juga memiliki kewajiban kepada Garuda Indonesia sebesar 6,28 juta dollar AS dan Rp 119,77 miliar (setara 8,7 juta dolar AS). Namun, piutang Garuda tersebut kemudian diambil alih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada Juli 2018 melalui fasilitas Open Account Financing.

Dengan demikian, jika dijumlahkan total, utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group mencapai 24,32 juta dolar AS atau sekitar Rp 355 miliar.

Orang Garuda Kuasai Jajaran Direksi

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air merombak jajaran direksi dan komisaris pascamelakukan kerja sama operasional (KSO) dengan Garuda Indonesia melalui Citilink. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan telah diresmikan melalui penyelenggaraan Serah Terima Jabatan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Sriwijaya Air.

Kursi-kursi tertinggi di Sriwijaya Air banyak diisi personel Garuda Indonesia. Direktur Utama Sriwijaya adalah Joseph Adriaan Saul, yang sebelumnya GM Garuda Indonesia di Denpasar. Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra akan merangkap sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Air. Kepengurusan baru ini akan berjalan efektif apabila sudah mendapatkan persetujuan secara resmi dari Kementerian BUMN.

“Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini bisnis penerbangan Indonesia tengah mengalami masa-masa sulit,” kata I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra saat Serah Terima Jabatan, Kamis (13/12/2018).

Menurut I Gusti, Garuda Indonesia Group yang notabene Badan Usaha Milik Negara akan bersinergi bersama maskapai swasta Sriwijaya Air Group untuk dapat terus membangun transportasi udara yang diharapkan akan dapat memberikan konstribusi dalam pembangunan bangsa dan negara secara merata.

Berikut jajaran komisaris dan direksi baru Sriwijaya Air:

Dewan Direksi Sriwijaya Air:

– Direktur Utama: Joseph Adriaan Saul (GM Garuda Indonesia di Denpasar)
– Direktur Niaga: Joseph Dajoe K. Tendean (sebelumnya Senior Manager Ancillary Garuda Indonesia)
– Direktur Human Capital & Layanan: Harkandri M. Dahler (sebelumnya Direktur Personalia Garuda Maintenance Facility)
– Direktur Keuangan: Amrulloh Hakiem (sebelumnya Direktur Keuangan anak usaha Garuda Indonesia)
– Direktur Operasi: Capt. Fadjar Semiarto
– Direktur Quality, Safety & Security: Capt. Toto Soebandoro
– Direktur Teknik: Romdani Ardali Adang

Dewan Komisaris Sriwijaya Air

– Komisaris Utama: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra merangkap Direktur Utama Garuda Indonesia.
– Wakil Komisaris Utama: Chandra Lie (sebelumnya Direktur Utama Sriwijaya Air)
– Komisaris: Pikri Ilham Kurniansyah ( merangkap Direktur Niaga Garuda Indonesia)
– Komisaris: Juliandra Nurtjahtjo (merangkap sebagai Direktur Utama Citilink)
– Komisaris: Hendry Lie (komisaris Sriwijaya Air)
– Komisaris: Gabriella Sonia Xevianne Bonggoro.
– Komisaris: Jefferson Irwin Jauwena

(Artikel Asli)


What's Your Reaction?

Suka Suka
0
Suka
Keren Keren
0
Keren
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Sedih Sedih
0
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
0
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *