Suami Pukul Istri Pakai Helm karena Gak Bisa Dandan Saat Diajak Kondangan


1
25 shares, 1 point
Suami Pukul Istri Pakai Helm karena Gak Bisa Dandan Saat Diajak Kondangan
Badur ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kedungwuni, Rabu (23/1/2019).

Menganggap sang istri tak bisa dandan saat diajak ke acara hajatan seorang pria bernama Badur (31) warga Kecamatan Kedungwuni aniaya istri sendiri.

Akibat kekerasan yang dilakukan Badur, sang istri yang diketahui bernama Melinda Abriani (23) mendapat luka di wajah dan lutut.

Kepada petugas Melinda menuturkan, usai mendatangi acara hajatan di Kecamatan Kedungwuni pada Sabtu (19/1), ia bersama Badur pulang menuju kos yang terletak di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni.

“Dalam perjalanan saya dimarahi, alasannya dandanan saya membuatnya malu. Dan suami saya menusuk nusuk lutut saya menggunakan kunci berulang kali,” jelasnya, Rabu (23/1/2019).

Sesampainya di kos Melinda mengatakan, suaminya menghantamkan helm ke wajahnya hingga darah mengalir dari hidungnya.

Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri. (Istimewa)“Saya juga ditendang di bagian kening. Karena ketakutan saya pergi kerumah tetangga untuk menginap dan saya ceritakan kajadian yang menimpa saya,” paparnya.

Pihaknya menceritakan, Minggu (22/1) sang suami mendatangi rumah tetangganya untuk menjemput Melinda.


“Awalnya saya menolak untuk dijemput, namun saya diancam akan dibunuh apabila tidak menurut untuk pulang ke kos. karena takut saya menurutinya,” ujarnya.

Karena tak tahan atas perlakuan sang suami Melinda melaporkan tindak kekerasan ke Polsek Kedungwuni. Kemudian kepolisian mengamankan Badur yang sedang berada di kosnya.

Barang bukti yang digunakan Badur untuk menganiaya sang istri. (Istimewa)Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom saat dikonfirmasi Tribunjateng.com membenarkan adanya tindak kekerasan tersebut. Pelaku sekarang sedang menjalani pemeriksaan.

“Kami sudah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Korbannya adalah istrinya sendiri,” jelasnya.

Iptu Akrom menambahkan, atas perbuatannya Badur dijerat Pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Pelaku diancam hukuman pidana dengan kurungan maksimal 5 tahun atau denda Rp 15 juta,” tambahnya. (Artikel Asli)


What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Muntah Muntah
0
Muntah
Marah Marah
0
Marah
Gasuka Gasuka
0
Gasuka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Keren Keren
0
Keren
Nokomen Nokomen
1
Nokomen